PEMBAHASAN TENTANG DERMAWAN
Sifat dermawan adalah sifat yang harus ditanamkan dalam diri setiap muslim.
Menurut kamus bahasa indonesia, dermawan diartikan sebagai pemurah
hati atau orang yang suka berderma (beramal dan bersedekah) [1] .
Menurut istilah dermawan bisa diartikan memberikan sebagian harta
yang dimilikinya untuk kepentingan orang lain yang membutuhkan dengan
senang hati tanpa keterpaksaan. Orang yang dermawan adalah orang yang
senang jika bisa membantu orang lain yang sedang ditimpa kesusahan.
Dengan memiliki sifat yang dermawan maka hidupnya akan lebih bahagia
karena dengan kedermawanannya maka akan melapangkan dadanya. Secara
sosial orang yang dermawan akan disenangi banyak orang, sehingga orang
pun tidak enggan untuk bergaul dengannya. Sedangkan kebalikannya adalah
sifat tamak. Orang yang tamak hidupnya selalu tidak tenang. [2]
Hadist Tentang Dermawan
ﻋَﻦْ ﺍَﺑِﻰ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡٍ ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩُ
ﻓِﻴْﻪِ ﺍِﻻَّ ﻣَﻠَﻜَﺎﻥِ ﻳَﻨْﺰِﻻَﻥِ ﻓَﻴَﻘُﻮْﻝُ ﺍَﺣَﺪَﻫُﻤَﺎ : ﺍﻟﻠﻬُﻢَّ
ﺍَﻋْﻂِ ﻣُﻨْﻔِﻘًﺎ ﺧَﻠَﻔًﺎ ﻭَﻳَﻘُﻮْﻝُ ﺍْﻵﺧَﺮُ ﺍَﻟﻠﻬُﻢَّ ﺍَﻋْﺖِ
ﻣُﻤْﺴِﻜًﺎﺗَﻠَﻔًﺎ ( ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻪ )
Dari Abu Hurairah r.a. beliau berkata. Rasulullah SAW bersabda: Tidak
ada suatu hari pun yang dilewati oleh hamba-hamba Allah pada setiap
paginya melainkan dua Malaikat turun, lalu salah satu dari keduanya
berdo’a: Ya Allah berikanlah kepada orang yang suka berinfaq pengganti
hartanya itu. Dan yang satu lagi berdo’a: Ya Allah berikanlah kepada
orang yang suka menahan hartanya ( orang kikir ) itu kemusnahan. (
Mutaffaq ‘alaih) [3]
Abu Hurairah adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist
Nabi Shallallahu’alaihiwassalam. Tidak ada sahabat lain yang menyamainya
dari segi jumlah hafalannya.Ia meriwayatkan hadist tidak kurang dari
5.374 hadist. Tiga ratus hadits disepakati oleh Bukhari dan Muslim dan
imam Al-Bukhari sendiri ditambah dengan 73 hadits. [4]
Abu Hurairah memeluk Islam pada tahun 7 H yaitu tahun terjadinya
perang Khibar. Nama asli dari Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin
Shakhr. Rasulullah sendirilah yang memberi julukan Abu Hurairah ketika
beliau sedang melihatnya membawa seekor kucing kecil. Julukan dari
Rasulullah Shallallahu’alaihiwassalam itu semata karena kecintaan beliau
kepadanya.
Rasulullah berdo’a kepada Allah SWT agar Abu Hurairah dianugerahi
hafalan yang kuat dan Allah pun mengabulkan do’anya. Abu Hurairah adalah
sahabat yang paling banyak hafalannya.
Hadist di atas diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang kita ketahui
bahwa sebagian besar dari hadist riwayat bukhari dan muslim ini adalah
shahih. Imam Bukhari telah menuntut ilmu hadits sejak usia sepuluh
tahun. Pada usia sebelas t ahun beliau telah mampu mengoreksi kesalahan
para syaikh. Beliau berkata, “ Aku menyusun di dalam kitab shahih- ku
kira-kira 600.000 riwayat hadits. Aku tidak akan mencatat sebuah hadits
pun di dalam kitab tersebut kecuali melakukan shalat dua rakaat terlebih
dahulu.” [5]
Sedangkan Imam Muslim melakukan rihlah untuk mencari ilmu hadits di
seluruh penjuru negeri. Menurut Al Khatib Al Baghdadi, Muslim mengikuti
jejak yang ditempuh oleh Imam Bukhari. [6]
Orang-orang yang menginfakkan hartanya baik dalam keadaan senang
ataupun susah senantiasa memperoleh perhatian Allah SWT. Para malaikat
berdo’a memohon tambahan rezeki bagi mereka yang mau menafkahkan
hartanya. Sedangkan orang yang menimbun kekayaan selalu
membayang-bayangkan kehilangan hartanya. Padahal harta benda kelak tidak
akan dibawa mati.
Oleh karena itu tidak mengherankan bila para malaikat berdo’a seperti
itu[7] . Allah pun juga sudah berjanji apabila seseorang berdermawan/
bersedekah, maka Allah SWT akan menggantinya, seperti firman Allah yang
tercantum dalam Al-Qur’an :
ﻭَﻣَﺂﺍَﻧْﻔَﻘْﺘُﻢْ ﻣِّﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺨْﻠِﻔُﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺯِﻗِﻴْﻦَ . ﺍﻟﺴﺒﺎﺀ ـ39
Artinya :
“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan
menggantinya dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (Q.S Saba’ :
39) [8]
Jadi, barang siapa yang mau berderma, maka Allah akan menggantinya.
Dalam ayat lain juga dijelaskan bahwa perumpamaan orang yang
membelanjakan hartanya di jalan Allah seperti sebuah biji yang tumbuh
menjadi pohon yang bercabang tujuh dan pada masing-masing cabang atau
tangkainya itu tumbuh seratus biji. Dengan kata lain harta yang
dibelanjakan di jalan Allah akan dilipatgandakan sampai tujuh ratus
kali, bahkan sampai tak terhingga jika Allah menghendaki.
Hadits lain yang menerangkan bahwa Allah SWT akan mengganti apa yang dia berikan kepada seorang muslim adalah sebagai berikut.
ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﺑْﻦِ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ : ﻗَﺎﻝَ
ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ . ﻡ . : ﺍَﻟْﻤُﺴﻠِﻢُ ﺃَﺧُﻮﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻢِ ﻻَﻳَﻈْﻠِﻤُﻪُ
ﻭَﻻَﻳُﺴْﻠِﻤُﻪُ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻰ ﺣَﺎﺟَﺘِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻓَﺮَّﺝَ ﻋَﻦْ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ
ﻛُﺮْﺑَﺔً ﻓَﺮَّﺝَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻛُﺮْﺑَﺔً ﻣِﻦْ ﻛُﺮَﺏِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ
ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺘَﺮَ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ ﺳَﺘَﺮَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ . ( ﺭﻭﺍﻩ
ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ ﻭﺃﺑﻮﺩﺍﻭﺩ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺉ ﻭﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ ( ﻭﻗﺎﻝ : ﺣﺴﻦ ﺻﺤﻴﺢ ) )
Artinya :
“Abdullah Ibn Umar r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Seorang muslim adalah saudaranya muslim (yang lain), dia tidak
menganiaya dan menyerahkan saudaranya. Barang siapa memenuhi kebutuhan
saudaranya, Allah memenuhi kebutuhannya. Barang siapa melepaskan dari
seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia niscaya
Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang
siapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah menutup aibnya di dunia
dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hamba-Nya
menolong saudaranya.” (Dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud,
An-Nasa’i, dan Tirmidzi) [9]
ﻋَﻦ ﺍﺑْﻦ ﻋُﻤَﺮَ ﺭَﺿِﻰَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ . ﻡ
. ﻗَﺎﻝَ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤِﻨْﺒَﺮِ ﻭَﺫَﻛَﺮَ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔَ ﻭَﺍﻟﺘَّﻌَﻔَّﻒُ
ﻭَﺍﻟْﻤَﺴْﺌَﻠَﺔَ : ﺍَﻟْﻴَﺪُ ﺍﻟْﻌُﻠْﻴَﺎ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻴَﺪِ ﺍﻟﺴُّﻔَﻠَﻰ
ﻓَﺎﻟْﻴَﺪُ ﻟْﻌُﻠْﻴَﺎ ﻫِﻰَ ﺍﻟْﻤُﻨْﻔِﻘَﺔُ ﻭَﺍﻟﺴُّﻔْﻠَﻰ ﻫِﻰَ ﺍﻟﺴَّﺎﺋِﻠَﺔُ (
ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ﻭﻣﺴﻠﻢ )
Artinya :
Dari Ibnu Umar r.a. berkata: bahwa Rasulullah SAW bersabda sedangkan
dia berada di atas mimbar dan menyebut sedekah dan meminta-minta, maka
Nabi bersabda: Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di
bawah, tangan yang di atas itu yang memberi dan tangan yang di bawah itu
yang meminta . (H.R Bukhari Muslim). [10]
Ibnu Umar dilahirkan tidak lama setelah Nabi diutus. Umurnya 10 tahun
ketika ikut masuk Islam bersama ayahnya. Kemudian mendahului ayahnya ia
hijrah ke Madinah. Pada saat perang Uhud ia masih terlalu kecil untuk
ikut perang. Dan Rasulullah saw tidak mengizinkannya. Tetapi setelah
selesai perang Uhud ia banyak mengikuti peperangan, seperti perang
Qadisiyah, Yarmuk, Penaklukan Afrika, Mesir dan Persia, serta penyerbuan
basrah dan Madain.
Az-Zuhri tidak pernah meninggalkan pendapat Ibnu Umar untuk beralih kepada pendapat orang lain.
Imam Malik dan az-Zuhri berkata:” Sungguh, tak ada satupun dari
urusan Rasulullah dan para sahabatnya yang tersembunyi bagi Ibnu Umar”.
Ia meriwayatkan hadits dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Sayyidah Aisyah,
saudari kandungnya Hafshah dan Abdullah bin Mas’ud. Yang meriwayatkan
dari Ibnu Umar banyak sekali, diantaranya Sa’id bin al-Musayyab, al
Hasan al Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ibnu Sirin, Nafi’, Mujahid, Thawus
dan Ikrimah.
Ia wafat pada tahun 73 H. ada yang mengatakan bahwa Al-Hajjaj
menyusupkan seorang kerumahnya yang lalu membunuhnya. Dikatakan
mula-mula diracun kemudian di tombak dan di rejam. Pendapat lain
mengatakan bahwa ibnu Umar meninggal secara wajar.
Sabda Nabi di atas secara mudah dapat di pahami bahwa orang yang
memberikan suatu manfaat bagi orang lain lebih utama daripada orang yang
menerima manfaat dari orang lain. Di dalam kaidah ushuliah dikatakan
bahwa kebajikan yang bersifat sosial itu lebih utama daripada kebajikan
yang bersifat individual. Sangatlah jelas orang yang dermawan merupakan
kebajikan yang bersifat sosial, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat
akan damai, bahagia, dan harta yang disedekahkan akan mendapat ganti
yang berlipat ganda dari-Nya. [11]
Bersedekah atau berderma mendapatkan posisi yang tinggi di dalam Al-Qur’an, yaitu surat Al-Baqarah ayat 177 :
ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﺒِﺮَّ ﺃَﻥْ ﺗُﻮَﻟُّﻮﺍ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻗِﺒَﻞَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ
ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺍﻟْﺒِﺮَّ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ
ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ ﻭَﺁﺗَﻰ ﺍﻟْﻤَﺎﻝَ
ﻋَﻠَﻰٰ ﺣُﺒِّﻪِ ﺫَﻭِﻱ ﺍﻟْﻘُﺮْﺑَﻰٰ ﻭَﺍﻟْﻴَﺘَﺎﻣَﻰٰ ﻭَﺍﻟْﻤَﺴَﺎﻛِﻴﻦَ ﻭَﺍﺑْﻦَ
ﺍﻟﺴَّﺒِﻴﻞِ ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺋِﻠِﻴﻦَ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﺮِّﻗَﺎﺏِ ﻭَﺃَﻗَﺎﻡَ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﺁﺗَﻰ
ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ﻭَﺍﻟْﻤُﻮﻓُﻮﻥَ ﺑِﻌَﻬْﺪِﻫِﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻋَﺎﻫَﺪُﻭﺍ ۖ ﻭَﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ
ﻓِﻲ ﺍﻟْﺒَﺄْﺳَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﻀَّﺮَّﺍﺀِ ﻭَﺣِﻴﻦَ ﺍﻟْﺒَﺄْﺱِ ۗ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺻَﺪَﻗُﻮﺍ ۖ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﺘَّﻘُﻮﻥَ
Artinya:
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang
yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa. [12]
Ayat di atas membuktikan bahwa bersedekah atau berderma mendapat
posisi tinggi dalam ajaran islam. Setelah beriman kepada Allah SWT dan
seterusnya, selanjutnya adalah memberikan harta yang dicintainya, baru
di seru untuk melaksanakan shalat. Dan itulah orang-orang yang benar dan
bertaqwa.
Islam adalah agama yang sangat menganjurkan kepada manusia untuk
memiliki kepedulian terhadap sesama, terutama orang sedang membutuhkan
bantuan. Sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi orang
lain, seperti yang tertera pada sebuah hadis :
ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lainnya” [13]
KEUTAMAAN DERMAWAN
Dermawan memiliki beberapa keutamaan, seperti:
Ø Menyelamatkan seseorang dari kekufuran
Sifat dermawan dapat menghindarkan seseorang dari kekufuran, karena
dengan sifat dermawan akan melatih seseorang untuk tidak kufur nikmat
atau dapat dikatakan sombong dengan apa yang telah ia miliki. Ia akan
selalu berfikir dan bersyukur dengan apa yang ia miliki semua adalah
pemberian dari Allah SWT dan didalam sebagian hartanya ada hak-hak orang
lain yang haris diberikan. ketika kedermawanan itu kita wujudkan dalam
bentuk uluran tangan mengentaskan saudara-saudara kita dari kemiskinan,
sebagaimana pernah dikhawatirkan oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW
bahwa
“Kemiskinan lebih dekat dengan kekufuran”. [14]
Ø Akan diberi kemudahan dari segala persoalan hidup yang dihadapinya
Ø Membersihkan dan mensucikan
Ø Dapat mencegah murka Allah,
Semua orang pasti ingin hidup berkecukupan atau bahkan kaya. Namun,
banyak yang keliru duga, ia mengira bahwa perbuatan kikir akan
mangantarkannya menjadi seorang yang kaya raya. Padahal, itu logika
setan saja.
”Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kalian dengan kemiskinan dan
menyuruh berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan
karunia-Nya kepada kalian. Dan Allah mahaluas (karunia-Nya) lagi maha
mengetahui.” (QS.Al-Baqarah [2]: 268).
Ø Dapat menghapus dosa dan diselamatkan dari api neraka.
Sabda Rasulullah saw dalam hadits riwayat Ibnu Abbas ra:
ﺗَﺠَﺎﻓَﻮْﺍ ﻋَﻦْ ﺫَﻧْﺐِ ﺍﻟﺴَّﺨِﻲِّ ﻓَﺎِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﺁﺧِﺬٌ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻋَﺜَﺮَ
Menyingkirlah kamu sekalian dari dosa orang yang dermawan, karena
sesungguhnya Allah akan membimbing tangannya setiap kali dia jatuh.
Ø Mendapatkan pahala yang berlipat ganda
Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, ”Harta tidak akan berkurang
dengan disedekahkan, dan Imam An-Nawawi menjelaskan, bahwa hadis ini
mengandung dua pengertian. Pertama, sedekah itu diberkahi (di dunia) dan
karenanya ia terhindar dari kemudharatan. Dan kedua, pahalanya tidak
akan berkurang di akhirat, bahkan dilipatgandakan hingga kelipatan yang
banyak.
Hadits yang diriwayatkan oleh Muttafaq ‘alaih juga menjelaskan : Nabi
SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah itu Maha Pemurah. Dia mencintai
kemurahan. Dan mencintai akhlak mulia serta membenci akhlak yang buruk.”
KARAKTERISTIK DERMAWAN
ü Memberi tanpa mengharapkan imbalan
Seseorang yang benar-benar dermawan tidak akan pernah mengharapkan
sedikitpun imbalan setelah dia membantu orang lain. Entanh itu dengan
harta atau dengan hal-hal lain yang dibutuhkan oleh orang lain. Orang
tersebut akan memberikan bantuan dengan hati yang ikhlas, walaupun
bantuan yang ia berikan hanya sedikit.
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir ; seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bai siapa yang dia kehendaki. Dan Allah
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui”. (QS. Al-Baqoroh : 261)
ü Tidak mengharapkan pujian (Riya’)
Seseorang yang dermawan ketika
menyumbang, mereka tidak perlu di sebut-sebut jumlah sumbangannya,
agar dipuji oleh orang lain karena kebaikan yang telah ia lakukan kepada orang lain yang membutuhkan bantuan.
Bahkan jika ingin memberikan bantuan, seseorang yang dermawan akan
memberikan bantuan apapun tanpa ada seseorang yang menetahuinya. Ia
hanya berkeyakinan bahwa apapun yang ia lakukan untuk membantu orang
lain hanyalah mengharap Ridho dari Allah SWT.
ü memiliki perhatian besar terhadap orang yang menderita
seseorang yang dermawan selalu memiliki kepekaan terhadap orang-orang
yang benar-benar membutuhkan bantuan. Baik itu dari lahiriah ataupun
batiniah. Ia akan memberikan perhatian dan membantu tanpa harus ada yang
menyuruh, karena hatinya secara otomatis akan tergerak untuk membantu.
ü Jika kebetulan tidak dapat membantu maka haruslah menolak dengan halis dan meminta maaf karena tidak dapat membantunya.
Allah mencintai seseorang yang sopan dan dapat menghargai orang lain.
Ketika kita tidak dapat membantu orang lain maka kita dapat menolaknya
dengan halus tanpa harus menyakiti hati orang yang meminta bantuan,
sehingga orang tersebut dapat mengerti dan memahami mengapa kita tidak
dapat memberikan bantuan
ü Dengan meyakini bahwa harta yang kita miliki pada hakikatnya bukan
milik kita, maka akan membuat kita ringan saat mengeluarkan dan
mambelanjakannya di jalan yang diridhai Alla
CONTOH DERMAWAN
Diriwayatkan bahwa Aisyah tatkala dapat kiriman uang dari Muawiyah
sebanyak seratus delapan puluh ribu dirham, ia membagi-bagikannya kepada
masyarakat. Pada sore harinya Aisyah berkata kepada pembantu
perempuannya: Coba sediakan saya makan. Lalu pembantu itu datang membawa
roti dan minyak. Aisyah berkata kepadanya: Aku tidak dapat memberimu
uang satu dirham untuk membeli daging buat besok pagi. Pembantu itu itu
berkata: Kalaulah ibu menyuruh saya mengambilnya, akan saya lakukan.
Allah SWT telah berfirman -yg artinya- “Sesungguhnya manusia
diciptakan bersifat haluu’a (keluh kesah lagi kikir). Apabila ia ditimpa
kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat
kikir. Kecuali, orang-orang yang mengerjakan salat. Yang mereka itu
tetap mengerjakan salatnya. Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia
bagian tertentu. Bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak
mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).” (QS. Al-Ma’aarij: 19-25).
[15]
KESIMPULAN
Dermawan merupakan salah satu sifat terpuji yang harus dimiliki oleh
seorang mukmin, karena dermawan adalah perbuatan yang mencerminkan
hubungan antar manusia yang baik (Hablumminannas), tetapi tidak
mengesampingkan hubungannya dengan Allah (Hablumminallah). Kedermawanan
mengajarkan seseorang akan arti sebuah keikhlasan dan kepedulian
terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan.
Kedermawanan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
melatih seseorang dalam mengatur harta yang dimiliki dengan menyisihkan
hartanya dan memberikannya kepada orang lain yang benar-benar
membutuhkan. Sifat dermawan yang dimiliki seseorang akan membantu
mengurangi kesenjangan yang ada, antara si kaya dan si miskin. Karena
didalam perbuatan dermawan yang dilakukan tidak hanya memberikan seseatu
yang dimiliki secara ikhlas tetapi juga adanya hubunagn atau
silaturahmi yang baik antara penderma dan yang menerimanya.
DAFTAR PUSTAKA
Poerwadarminta. 1984. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
Muhammad, Abubakar. 1995. Hadits Tarbiyah. Surabaya:Al-Ikhlas.
Syafe’i Rachmat. 2003. Al-Hadis Aqidah, Akhlaq, Sosial, dan Hukum. Bandung:CV Pustaka Setia.
Soffandi, Wawan Djunaedi. 2006. Syarah Hadits Qudsi . Jakarta:Pustaka Azzam.
Laila, Abu. 1995. Akhlak Seorang Muslim. Bandung:PT Al-Ma’arif.
Al-Qur’an dan Terjemahnya. Al-Jumanatul ‘Ali
Juwariyah. 2010. Hadis Tarbawi. Yogyakarta:Teras.
Hasyim, husaini.1993. Syarah Riyadhush Shalihin. Surabaya:Bina Ilmu
Ahmad, Firdaus. 1990. 325 Hadis Qudsi Pilihan. Jakarta:Pedoman Ilmu Jaya
file:///G:/hanaf%20coy/Dermawan%20_%20Al%20Islam-SAFA.htm
[1] Poerwadarminta. 1984. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka. Halaman 245.
17 Oktober 2011 pukul 07.14.
[3] Muhammad, Abubakar. 1995. Hadits Tarbiyah. Surabaya:Al-Ikhlas. Halaman 280.
[4] Syafe’i Rachmat. 2003. Al-Hadis Aqidah, Akhlaq, Sosial, dan Hukum. Bandung:CV Pustaka Setia. Halaman15.
[5] Soffandi, Wawan Djunaedi. 2006. Syarah Hadits Qudsi . Jakarta:Pustaka Azzam. Halaman 18.
[6] Ibid. Halaman 20.
[7] Laila, Abu. 1995. Akhlak Seorang Muslim. Bandung:PT Al-Ma’arif. Halaman 235.
[8] Al-Qur’an dan Terjemahnya. Al-Jumanatul ‘Ali. Q.S. Saba’ ayat 39.[9] Syafe’i Rachmat. 2003. Al-Hadis Aqidah, Akhlaq, Sosial, dan Hukum. Bandung:CV Pustaka Setia. Halaman260.
[10] Juwariyah. 2010. Hadis Tarbawi. Yogyakarta:Teras. Halaman 86
[11] Ibid. Halaman 86
[12] Al-Qur’an dan Terjemahnya. Al-Jumanatul ‘Ali. Surat Al-Baqarah ayat 177.
[13] Juwariyah. 2010. Hadis Tarbawi. Yogyakarta:Teras. Halaman 87.
[14] http://c0c0latez.wordpress.com/2009/06/03/keutamaan-sifat-dermawan/
[15] http://souldiaryofislam.blogspot.com/2010/11/menjadi-muslim-dermawan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar