PEMBAHASAN
A. Pengertian Akhlak kepada Orang Tua
Akhlak berasal dari bahasa arab yaitu Al-khulq, Al-khuluq yang
mempunyai arti watak, tabiat. Secara Istilah Akhlak menurut Ibnu
MaskawiAkhlak adalah sesuatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia
melakukan tindakan-tindakan dari keadaan itu tanpa melalui pikiran dan
pertimbangan.
Sedangkan yang dimaksud kedua orang tua adalah Bapak Ibu baik itu
dari keturunan (Nasab) atau susuan, baik keduanya orang muslim ataupun
kafir, termasuk juga kedua orang tua adalah nenek dan kakek dari kedua
belah pihak.
Menurut Ad-Durjani Birul Walidain adalah mengormati dan berbakti kepada kedua orang tua.
Menurut Imam As-Syafii Birul Walidain adalah berbakti kepada orang tua baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal dunia.
Menurut Muhammad Abduh Birul Walidain adalah taat melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh kedua orang tua dalam kebaikan.
Menurut Ibnu Qoyim Birul Walidain adalah Berbakti kepada kedua orang tua semata-mata karena Allah SWT.
Jadi bisa disimpulkan bahwa Akhlak kepada Orang Tua adalah
Menghormati dan menyayangi mereka berdua dengan sopan santun dan
berbakti kepada keduanya dalam keadaan hidup dan dalam keadaan sudah
meninggal dunia.
Rosulullah SAW menjelaskan dalam Haditsnya bahwa Kita harus menghormati kedua orang tua :
“ Hormatilah Bapak dan Ibumu “
B. Kewajiban Berbakti kepada Orang Tua
Berbakti (Al Birr) adalah kata yang mencakup kebaikan dunia dan
akhirat, berbakti kepada kedua orang tua adalah dengan berbaik kepada
keduanya, memenuhi hak-hak keduanya, dan mentaati keduanya.
Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23 :
ﻭﺑﺎﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻦ ﺇﺣﺴﺎﻧﺎً
“ Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua “
Hal ini menunjukan bahwa akhlak menghormati orang tua adalah suatu
hal yang sangat penting yang dianjurkan oleh Rosulullah kepada
Umatnya.Adapun akhlak anak terhadap orang tua adalah sebagai berikut :
Sayangilah, cintailah, hormatilah, patuhlah kepadanya rendahkan dirimu,
sopanlah kepadanya. Ketahuilah bahwa kita hidup bersama orang tua
merupakan nikmat yang luar biasa, kalau orang tua kita meninggal
alangkah sedihnya hati kita karena tidak ada yang dipandang lagi.
Allah SWT telah memerintahkan supaya Kita jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah Kita berbuat baik pada Ibu Bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur
lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Isra ayat 23:
ﻓﻼ ﺗﻘﻞ ﻟﻬﻤﺎ ﺃﻑ ﻭﻻ ﺗﻨﻬﺮﻫﻤﺎ ﻭﻗﻞ ﻟﻬﻤﺎ ﻗﻮﻻ ﻛﺮﻳﻤﺎً
“Maka janganlah Kamu mengatakan ah kepada orang tua dan janganlah
membentaknya dan ucapkanlah kepada keduanya dengan perkataan yang baik”.
Kita juga diperintahkan oleh Allah SWT untukmerendahkanlah diri terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.(QS Al-Isra : 24)
C. Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua
Rosulullah SAW Bersabda :
“Dari Abdullah Bin Mas’ud berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah:
“Amalan apakah yang dicintai oleh Allah” Beliau menjawab: “Sholat pada
waktunya. Aku bertanya lagi: “Kemudian apa” Beliau menjawab: “Berbakti
kepada kedua orang tua”. Aku bertanya lagi: “Kemudian apa” Beliau
menjawab: “Jihad dijalan Allah”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dari Hadits tersebut bisa disimpulkan bahwa berbakti kepada kedua
orang tua itu merupakan amal perbuatan yang paling dicintai oleh Allah
SAW.
D. Contoh Berbakti kepada Orang Tua
Rosulullah SAW Bersabda :
“ Dari Asma binti Abu Bakar ia berkata:“Ibuku mendatangiku, sedangkan
ia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah . Maka aku meminta fatwa
kepada Rasulullah dengan mengatakan: “Ibuku mendatangiku dan dia
menginginkan aku (berbuat baik kepadanya), apakah aku (boleh) menyambung
(persaudaraan dengan) ibuku” beliau bersabda: “ya, sambunglah ibumu”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dari kutipan hadits di atas tentu kita dapat menyimpulkan bahwa Ibu
adalah seseorang yang sangat penting dalam kehidupan setiap orang dan
tak ada seorangpun yang memungkiri akan begitu besarnya jasa – jasa Ibu
dalam hidup manusia.
E. Berbakti kepada Orang Tua Menurut Pendekatan Rasional
Karena semenjak awal bulan kehamilan dan menjelang kelahiranya kita
dijaga keselamatan kita dengan taruha nyawa.Belaian kasih sayangnya
memanjakan kita dan do’a nya selalu menyertai kita.Dan karena itulah
Allah mewasiatkan kepada seluruh manusia agar berbuat baik kepada Ibu
Kita.
Dan Ibu Kita merawat jasmani dan rohani kita sejak kecil secara
langsung, maka bapak pun juga merawat kita, mencari nafkah untuk kita,
membesarkan kita, mendidik kita dan menyekolahkan kita, disamping usaha
ibu. Kalau mulai mengandung sampai masa muhariq (masa dapat membedakan
mana yang baik dan buruk), seorang ibu sangat berperan, maka setelah
mulai memasuki masa belajar, ayah lebih tampak kewajibannya, mendidik
kita dan mempertumbuhkannkia menjadi dewasa, namun apabila dibandingkan
antara berat tugas ibu dengan ayah, mulai mengandung sampai dewasa dan
sebagaimana perasaan ibu dan ayah terhadap putranya, maka secara
perbandingan, tidaklah keliru apabila dikatakan lebih berat tugas ibu
dari pada tugas ayah.
Coba bandingkan, banyak sekali yang tidak bisa dilakukan oleh seorang
ayah terhadap anaknya, yang hanya seorang ibu saja yang dapat
mengatasinya tetapi sebaliknya banyak tugas ayah yang bisa dikerjakan
oleh seorang ibu.Barangkali karena demikian inilah maka penghargaan
kepada ibunya. Walaupun bukan berarti ayahnya tidak dimuliakan,
melainkan hendaknya mendahulukan ibu daripada mendahulukan ayahnya dalam
cara memuliakan orang tua.
Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Luqman : 14
Artinya:“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada
dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah
dan bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah
kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah
kembalimu” (QS.Luqman:14)
F. Cara Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua
1. Cara Berbuat baik kepada Orang Tua yang masih Hidup
Kita sebagai Muslim yang baik tentunya memiliki kewajiban untuk
berbakti kepada orang tua kita, baik ibu maupun ayah.Agama Islam
mengajarkan dan mewajibkan kita sebagai anak untuk berbakti dan taat
kepada ibu-bapak. Taat dan berbakti kepada kedua orang tua adalah sikap
dan perbuatan yang terpuji, ada banyak cara untuk berbakti dan bersikap
sopan santun kepada orang tua, diantaranya adalah:
a. Mentaatinya dalam hal yang ma’ruf
b. Mengikuti kemauan keduanya selama tidak bermaksiat kepada Allah
c. Berinfak kepada keduanya jika keduanya membutuhkannya
d. Tidak menghina keduanya
e. Meminta kerelaan orang tua ketika akan berbuat sesuatu
f. Berkata Halus Dan Mulia Kepada Ibu dan Ayah
Tetapi bagaimana jikalau kita ingin berbuat baik kepada ibu dan ayah
serta patuh terhadapnya, terkadang perintah yang di berikan oleh orang
tua tidak sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam?Adapun cara menghadapi
perintah kedua orang tua yang bertentangan dengan ajaran Islam yaitu
sebagai berikut:
a. Jika suatu saat Kita disuruh berbohong oleh ibu atau ayah, sebaiknya katakan kepada keduanya bahwasanya Allah melihat Kita.
b. Jangan sekali-kali membantah perintah orang tua dengan nada kesal
dan ngotot, sebab tidak akan mambuahkan hasil. Akan tetapi hadapi dengan
tenang dan penuh keyakinan dan percaya diri.
c. Ayah dan ibu itu manusia biasa yang tak luput dari kesalaha dan
kekurangan. Jangan posisikan kedua orang tua seperti Nabi yang tak
pernah berbuat salah. Maafkan mereka, bila kita anggap cara dan perintah
orang tua bertentangan dengan hati nurani atau nilai-nilai yang kamu
yakini kebenarannya.
2. Cara Berbakti Kepada Orang tua yang Telah Meninggal
Berbakti kepada orangtua tidak hanya kita lakukan ketika orang tua
masih hidup, berbakti kepada orang tua juga dapat kita lakukan meski
orang tua telah meninggal.
Rosulullah SAW Bersabda:
” Seseorang bertanya kepada Rasulullah: wahai Rasulullah, apakah ada
sisa kebajikan setelah keduanya meninggal dunia yang aku untuk berbuat
sesuatu kebaikan kepada kedua orang tuaku. ?Rasulullah bersabda: ”ya,
mendoakan dan memintakan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji
keduanya, memuliakan teman-teman kedua orang tua, dan bersilaturrahim
yang engkau tiada mendapatkan kasih sayang kecuali karena kedua orang
tua.”
Beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk berbakti kepada orang tua yang telah meninggal adalah sebagai berikut:
a. Merawat Jenazahnya dengan memandikan, menshalatkan dan menguburkanya.
b. Melaksanakan wasiat dan menyelesaikan hak Adam yang ditinggalkannya.
c. Menyambung tali silaturahmi kepada kerabat dan teman –teman dekatnya atau Memuliakan teman-teman kedua orang tua.
d. Melanjutkan cita-cita luhur yang dirintisnya atau menepati janji kedua ibu bapak.
e. Mendoakan ayah ibu yang telah tiada itu dan meminta ampun kepada Allah dari segala dosa orang tua kita.
G. Pahala bagi orang yang berbakti kepada
Orang Tua
Allah telah menjanjikan orang-orang yang berbakti kepada kedua orang
tuanya dengan kebaikan yang banyak di dunia dan akhirat dan dia akan
mendapatkan pahala yang besar di akhirat, dan diantaranya adalah sebagai
berikut :
1. Pahala di Dunia
a. Dipanjangkan umurnya
b. Diperbanyak rizkinya
c. Dikabulkan doanya
d. Anak dan cucunya akan berbakti kepadanya
e. Dicintai keluarganya dan tetangganya
f. Dijauhkan dari mati dalam keburukan
g. Dipuji oleh manusia dan mereka akan berterima kasih padanya
h. Allah akan meridhainya
2. Pahala di Akhirat
a. Berbakti adalah salah satu penyebab utama masuk surga
b. Dimasukan surga dengan orang-orang yang pertama kali dimasukkan surga
c. Penebus dosa
H. Sebab-sebab Durhaka Kepada OrangTua
Durhaka adalah setiap perbuatan dan perkataan seorang anak yang dapat
menyakiti kedua orang tuanya.Durhaka adalah perbuatan yang dilarang
(haram) dan termasuk dosa besar.
Tidak seorangpun yang berani berbuat durhaka kepada kedua orang
tuanya kecuali orang yang sakit dan bodoh, berikut beberapa penyebab
kedurhakaan :
1. Kebodohan akan keutamaan kedua orang tua, dan kebodohan terhadap
akibat yang akan ditanggungnya bila seseorang melakukan perbuatan
durhaka kepada keduanya didunia dan akhirat, oleh karena itu Ibnu Abbas
RA berkata : Setiap orang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah dialah
orang yang bodoh, dan oleh karena itu dikatakan : “Barang siapa yang
bodoh akan sesuatu maka dia akan melanggarnya”.
2. Mengutamakan dan mendahulukan sebagian anaknya terhadap
anak-anaknya, oleh karena itu syariat melarang perbuatan ini, dan
mengingatkan akibat yang akan ditimbulkan, ketika datang Basyir bin Saad
kepada Nabi Saw untuk memberikan hadiah pada anaknya
Nu’man , Beliau berkata padanya : Apakah setiap anakmu menerima
pemberian ini ? dia menjawab : tidak, Beliau berkata : Jangan jadikan
aku sebagai saksi kedzaliman, jadikan selain aku sebagai saksi, tidakkah
kamu suka mereka berbakti padamu secara sepadan.
3. Tidak memperhatikan nafakah dimasa kanak-kanak mereka dan tidak memperdulikannya.
4. Tidak memperhatikan hak-hak isteri dan cenderung memperhatikan sebagian isterinya tanpa memperhatikan isteri lainnya.
5. Teman yang tidak baik
Rosulullah SAW Bersabda :
ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﺃﻋﻴﻨﻮﺍ ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺒﺮ، ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﺍﺳﺘﺨﺮﺝ ﺍﻟﻌﻘﻮﻕ
ﻣﻦ ﻭﻟﺪﻩ
“Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah Saw bersabda : berilah
pertolongan kepada anakmu untuk berbakti, bila seseorang mampu maka
keluarkan sifat durhaka dari anaknya”.
( HR,Bukhari Muslim )
I. Contoh Orang yang Durhaka Kepada Orang Tua
Konon dikisahkan bahwa pada zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang
bernama Alqamah.Dia seorang pemuda yang giat beribadah, rajin shalat,
banyak puasa dan suka bersedekah. Suatu ketika dia sakit keras, maka
istrinya mengirim utusan kepada Rasulullah untuk memberitahukan kepada
beliau akan keadaan Alqamah. Maka, Rasulullahpun mengutus Ammar bin
Yasir , Shuhaib ar-Rumi dan Bilal bin Rabah untuk melihat keadaannnya.
Beliau bersabda, “Pergilah ke rumah Alqamah dan talqin-lah untuk
mengucapkan La Ilaha Illallah ”Akhirnya mereka berangkat kerumahnya,
ternyata saat itu Alqamah sudah dalam keadaan naza’ , maka segeralah mereka men- talqin
-nya, namun ternyata lisan Alqamah tidak bisa mengucapkan La Ilaha
Illallah. Langsung saja mereka laporkan kejadian ini pada Rasulullah.
Setelah itu Rosulullah Memanggil Ibunya Lalu Rasulullah bersabda
kepadanya, “Wahai ibu Alqamah, jawablah pertanyaanku dengan jujur, sebab
jika engkau berbohong, maka akan datang wahyu dari Allah yang akan
memberitahukan kepadaku, bagaimana sebenarnya keadaan putramu Alqamah?”
Sang ibu menjawab, “Wahai Rasulullah, dia rajin mengerjakan shalat, banyak puasa dan senang bersedekah.”
Rasulullah bertanya lagi, “Kenapa Dia seperti itu?”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, dia lebih mengutamakan istrinya dibandingkan saya dan diapun durhaka kepadaku.”
Maka, Rasulullah bersabda, “Sesungguhny,a kemarahan sang ibu telah
menghalangi lisan Alqamah, sehingga tidak bisa mengucapkan syahadat.”
Kemudian beliau bersabda, “Wahai Bilal, pergilah dan kumpulkan kayu bakar yang banyak.”
Si ibu berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang akan engkau perbuat?”
Beliau menjawab, “Saya akan membakarnya dihadapanmu.”
Dia menjawab, “Wahai Rasulullah , saya tidak tahan kalau engkau membakar anakku dihadapanku.”
Kemudian Sang Ibu pun langsung memaafkan Al-Qamah.Kemudian setelah itu Alqamah bisa menngucapkan kalimat
La Ilaha Illallah dan meninggal saat itu juga.
Lalu, di dekat kuburan itu beliau bersabda:
“Wahai sekalian kaum Muslimin, ridha Allah tergantung pada ridha
orang tua dan kemarahan Allah tergantung pada kemarahan orang tua”.(
HR.Bukhari Muslim )
Adapun contoh orang yang durhaka kepada orang tua dalam kehidupan nyata adalah sebagai berikut:
Ada seorang anak lelaki tunggal, hanya saja mulutnya suka bicara
kotor dan kasar. Dia selalu melemparkan celaan dan mengumpat orang
tuanya tanpa memperhatikan perasaan mereka, sering durhaka, dan
meremehkan ajaran agama Islam.
Bahkan, tidak pernah taat atau memuliakan keduanya. Selalu saja
menyakiti hati dengan kata-kata yang pedas. Kedurhakaannya semakin
meningkat setelah ayahnya meninggal dunia. Ia berhati kasar terhadap
sang ibu.
Seringkali Ibunya Menasehatinya ,namun ia malah mencela Ibunya,
padahal ia telah berumur 24 tahun. Usia yang tidak seorang pun bisa
mengendalikan keinginannya sebab ia dapat melawan siapa saja.
Suatu hari saat setan telah berhasil menguasai nafsunya, ia mengambil
sandal dan melemparkannya ke arah ibunya tanpa perasaan dosa atau
bersalah. Sandal itu tepat mengenai punggung si ibu. Kemudian, si ibu
menangis dan menyesali nasibnya. Saking sakitnya, si ibu menyumpahi
anaknya, walaupun dengan bercucuran air mata.
Pada tengah malam anak yang durhaka itu baru pulang ke rumah setelah
bermain-main dengan kawan-kawannya yang jahat, lalu masuk kamar dan
tidur pulas.
Keesokan harinya, ketika ia bangun tidur, tiba-tiba ia tidak dapat
menggerakkan tangan kanannya…. Tangan yang digunakan untuk melempar
ibunya dengan sandal. Ya benar, sama sekali tangannya tidak dapat
digerakkan!! Tangan kanannya lumpuh. Kemudian, ia menutup pintu kamar
tidurnya dengan keras dan menangisi nasib dirinya atas perbuatan dosanya
terhadap sang ibu. Mengetahui musibah yang menimpa anak tunggalnya, si
ibu merasa kasihan karena tidak bisa berbuat apa-apa, lalu beliau
mendoakan agar Allah memberi kesembuhan kepada anak tunggalnya.
J. Balasan Orang yang Durhaka Kepada OrangTua
1. Balasan Di Dunia
a. Disempitan rizkinya
b. Tidak dipanjangkan umurnya
c. Amalanya tidak diangkat pada hari kamis
d. Pintu-pintu langit tidak dibuka untuk amalannya
e. Allah akan memurkainya
f. Keluarga dan tetangganya akan memurkainya
g. Ditakutkan akan meninggal dalam keburukan
h. Para malaikat dan orang-orang mukmin akan melaknatnya
i. Doanya tidak dikabulkan
j. Balasannya akan diberikan didunia dan diakhirat akan mendapatkan balasan juga
k. Anak-anak dan cucunya akan mendurhakainya
2. Balasan Di Akhirat
a. Haram masuk surga
”Tidak akan masuk surga, pendurhaka terhadap kedua orang tua”. (H.R. Nasa’i danAhmad)
b. Dimurkai Allah SWT
“keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua orang tua”.(H.R. Al-Hakim)
c. Allah tidakmenerima Shalatnya
“Allah tidak akan menerima shalat orang yang durhaka kepada orang tuanya “. (H.R. Abu Daud)
d. Anak-anak yang mendurhakai orangtuanya akan di kutuk oleh Allah
e. Disegerakan siksanya di dunia
“Ada 2 dosa yang disegerakan hukumannya di dunia ini, yaitu zina dan durhaka kepada kedua orangtua”.
K. Strategi mengatasi Orang yang durhaka kepada orang tua
Setelah menganalisis masalah tentang sebab-sebab seseorang durhaka
dan membantah kepada orang tuanya,makabisa digunakan strategi-strategi
untuk mengatasi persoalan tersebut,diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Lakukanlah Pendekatan Kasih Sayang terhadap anak
2. Kita harus memahami watak kepribadian anak
3. Sediakan waktu,perhatian dan kepedulian kepada anak
4. Cara menyampaikan maksud yang Komunikatif
5. Perhatikan dan arahkan kualitas pergaulan anak
L. Analisis dan Metode yang digunakan dalam Pembelajaran Akhlak kepada Orang Tua
Setelah meninjau beberapa permasalahan-permasalahan yang terdapat
dalam Akhlak kepada Orang Tua,maka Akhlak kepada Orang Tua itu Sangatlah
penting dalam kehidupan ini karena Berakhlak kepada Orang tua memiliki
tujuan yang tepat yang harus diterapkan dalam pembelajaran kepada
peserta didik.Adapun tujuan berakhlak kepada Orang Tua yaitu untuk
menjadikan Kehidupan yang Sakinah,nyaman dan damai dalam Berkeluarga.
Adapun Metode-metode yang tepat yang digunakan dalam pembelajaran
Akhlak kepada Orang tua yang akan disampaikan kepada ara peserta didik
adalah sebagai berikut:
1. Metode Kisah
2. Metode Amtsal
3. Metode Targib dan Tarhib
4. Metode Audio Visual
5. Metode Mauidzah
6. Metode Ibrah
Kesimpulan
Akhlak terhadap orang tua
merupakan akhlak yang sangat penting, hingga dosa dari berbuat
durhaka kepada orang tua berada di tingkat kedua setelah dosa
menyekutukan Allah.
Ibu merupakan orang tua yang wajib kita hormati, atas apa yang telah
beliau berikan kepada kita dari mengandung kita selama sekitar 9 bulan
10 hari hingga sekarang. Penerapan dalam akhlak menghormati orang tua
sangat diperlukan karena itu merupakan kewajiban kita sebagai seorang
muslim, cara menghormati orang tua ang masih hidup dapat dimulai dari
hal-hal yang kecil, contohnya: Berbakti dengan melaksanakan nasehat dan
perintah yang baik dari keduanya, selalu melaksanakan perintah orangtua
dan masih banyak yang lainnya.
Dan untuk berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal ada beberapa
cara yang dapat dilakukan contohnya: Merawat Jenazahnya, menyambung
silaturahmi dengan kerabatnya, dan juga masih banyak yang lainnya.
Diantara sebab-sebab seseorang durhaka kepada orang tua diantaranya
adalah bodoh dan tidak mengetahui keutamaan orang tua serta adanya sifat
pilih kasih terhadap yang lainya.
Sementara akibat-akibat bagi orang yang mendurhakai orang tua sebagai
contoh: Allah akan mengutuk dan Allah akan menyegerakan azab serta
Allah akan murka kepadanya.
Untuk mngatasi anak yang sering membantah kepada orang tuanya bisa
dilakukan dengan berbagai cara,diantaranya meningkatkan kasih sayang dan
perhatian terhadap anak serta arahkanlaah anak kepada pergaulan yang
baik dan benar.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
1. Sholihah, Tutut. Strategi Pembelajaran yang Efektif . Jakarta:UIN Jakarta Press. Cet.I. 2008
2. Nasution, Lahmudin. Akhlak Mahmudah Kepada Orang Tua. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Cet. 1. 2001
3. Ritonga, A. Rahman. Berbuat baik kepada Orang Tua. Surabaya: Amalia. 2005
4. Nawawi, Muhammad. Nasehat Bagi Hamba Allah dalam Berakhlak. Surabaya : Al-Hidayah. 1996.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar