Definisi Cinta
Ada beberapa pengertian tentang cinta yang disebutkan dalam berbagai
sumber. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata cinta diartikan sebagai
perasaan kasih dan sayang terhadap sesuatu atau orang lain. Secara
istilah maka cinta dapat dimaknai sebagai suatu perasaan yang dialami
manusia dan perasaan tersebut menimbulkan kasih sayang bagi yang
merasakannya.
Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah limpahan kasih sayang
Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan
isinya dengan segala kesempurnaan. Adapun cinta yang sebenarnya atau
cinta yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah
yang maha sempurna dan maha pemilik cinta. Dalam pengertian lain, islam
juga memandang cinta sebagai dasar persaudaraan antar manusia dan
perasaan yang melandasi hubungannya dengan makhluk lain seperti pada
hewan dan tumbuhan. Ibnu Hazm sendiri menyebutkan bahwa cinta adalah
suatu naluri atau insting yang menggelayuti perasaan seseorang terhadap
orang yang dicintainya. (baca keutamaan menyambung tali silaturahmi )
Dalil Cinta Dalam Alqur’an
Cinta adalah salah satu pokok kehidupan dan dalam Alqur’an kata cinta
juga disebutkan dengan berbagai sinonim atau persamaan kata. Adapun
ayat-ayat yang menyebutkan perihal cinta adalah sebagai berikut
Al Imran ayat 14
ﺯُﻳِّﻦَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺐُّ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻨِّﺴَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟْﺒَﻨِﻴﻦَ
ﻭَﺍﻟْﻘَﻨَﺎﻃِﻴﺮِ ﺍﻟْﻤُﻘَﻨْﻄَﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬَّﻫَﺐِ ﻭَﺍﻟْﻔِﻀَّﺔِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﻞِ
ﺍﻟْﻤُﺴَﻮَّﻣَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻧْﻌَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮْﺙِ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ
ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ۖ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﺣُﺴْﻦُ ﺍﻟْﻤَﺂﺏِ
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa
yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari
jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah
ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat
kembali yang baik (surga).
Al Imran ayat 92
ﻟَﻦْ ﺗَﻨَﺎﻟُﻮﺍ ﺍﻟْﺒِﺮَّ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺗُﻨْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻤَّﺎ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ۚ ﻭَﻣَﺎ ﺗُﻨْﻔِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻪِ ﻋَﻠِﻴﻢٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna),
sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja
yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Al Hujurat ayat 7
ﻭَﺍﻋْﻠَﻤُﻮﺍ ﺃَﻥَّ ﻓِﻴﻜُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﻟَﻮْ ﻳُﻄِﻴﻌُﻜُﻢْ ﻓِﻲ
ﻛَﺜِﻴﺮٍ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺄَﻣْﺮِ ﻟَﻌَﻨِﺘُّﻢْ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﺒَّﺐَ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢُ
ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥَ ﻭَﺯَﻳَّﻨَﻪُ ﻓِﻲ ﻗُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻭَﻛَﺮَّﻩَ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮَ
ﻭَﺍﻟْﻔُﺴُﻮﻕَ ﻭَﺍﻟْﻌِﺼْﻴَﺎﻥَ ۚ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺍﺷِﺪُﻭﻥَ
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia
menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat
kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan
menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu
benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah
orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
Maryam ayat 96
ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺳَﻴَﺠْﻌَﻞُ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦُ ﻭُﺩًّﺍ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah
Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
Al Isra ayat 24
ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺟَﻨَﺎﺡَ ﺍﻟﺬُّﻝِّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ ﻭَﻗُﻞْ ﺭَﺏِّ ﺍﺭْﺣَﻤْﻬُﻤَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺑَّﻴَﺎﻧِﻲ ﺻَﻐِﻴﺮًﺍ
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh
kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya,
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Ar Rum ayat 21
ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺃَﻥْ ﺧَﻠَﻖَ ﻟَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻜُﻢْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟًﺎ
ﻟِﺘَﺴْﻜُﻨُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ﻣَﻮَﺩَّﺓً ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔً ۚ ﺇِﻥَّ
ﻓِﻲ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟَﺂﻳَﺎﺕٍ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu
isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berfikir.
Al Maidah ayat 54
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻳَﺮْﺗَﺪَّ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻋَﻦْ ﺩِﻳﻨِﻪِ
ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﺄْﺗِﻲ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻢْ ﻭَﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻪُ ﺃَﺫِﻟَّﺔٍ
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺃَﻋِﺰَّﺓٍ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻳُﺠَﺎﻫِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ
ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻟَﻮْﻣَﺔَ ﻟَﺎﺋِﻢٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻓَﻀْﻞُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳُﺆْﺗِﻴﻪِ ﻣَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad
dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan
orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada
siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi
Maha Mengetahui.
Cinta Menurut Pendapat Para Ulama
Cinta dalam islam sendiri adalah sesuatu yang sudci dan hal ini disebutkan dalam beberapa pendapat ulama berikut ini
Menurut Ibn Katsir
Ibn Katsir Rahimahullah menjelaskan maksud bahwa Orang-orang yang
beriman adalah orang-orang yang sangat mencintai Allah”, dan karena
kecintaannya itu maka seseorang atau orang-orang beriman akan berusaha
untuk menyempurnakan pengetahuannya tentang islam dan senantiasa
mematuhi dan menjauhi larangannya serta senantiasa bertawakal dan
menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT. (baca manfaat beriman kepada Allah SWT )
Menurut Ibn Taimiyyah
Menurut perkataan Ibn Taimiyyah yaitu “Sesungguhnya orang-orang
beriman yakni mereka mereka mencintai Allah SWT lebih kecintaan
orang-orang musyrik terhadap tuhan-tuhannya dan hal tersebut adalah
karena orang-orang musyrik melakukan kesyirikan dalam cinta (baca syirik
dalam islam) atau mahabbah, sedangkan orang-orang beriman akan
senantiasa mencintai dan rasa cinta mereka pada Allah SWT adalah tulus
tanpa mengharapkan suatu apapun selain rahmat dan ridhanya. (baca juga
dosa yang tak terampuni oleh Allah )
Menurut Ibn Qayyim al jauziyyah
Sedangkan menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah, ada empat bentuk atau
empat macam cinta kepada Allah SWT, mencintai semua hal yang dicintai
oleh Allah, mencintai seseuatu atau orang lain karena Allah dan
mensejajarkan cinta sebagaimana kecintaannya kepada Allah SWT.
Bentuk-bentuk Cinta
Cinta memang suatu perasaan yang tidak mungkin manusia untuk tidak
merasakannya. Ada berbagai bentuk cinta dalam kehidupan manusia dan
setiap bentuk cinta tersebut memiliki perbedaan meskipun pada dasarnya
semua bentuk cinta adalah sama. Berikut ini adalah bentuk-bentuk cinta
menurut pandangan islam dan para ulama
1. Cinta kepada Allah SWT
Cinta yang paling tinggi dalam kehidupan manusia terutama umat islam
adalah cinta kepada Allah SWT sang pencipta segala isi bumi dan semesta
dan yang maha memiliki cinta. Umat muslim yang mencintai Allah akan
merasa bahwa sebagai hamba Nya kita tidak dapat hidup tanpa adanya kasih
sayang dan cinta dari Allah SWT. Maka dari itu, mencintai allah SWT
adalah mutlak bagi setiap umat muslim. Orang yang mencintai tentunya
akan melakukan segala sesuatu untuk yang dicintainya, termasuk jika
seorang mukmin mencintai Allah SWT. Ia akan selalu berusaha untuk
mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Sebagaimana yang
disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 165
berikut
ﻭَﻣِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﺨِﺬُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﻧْﺪَﺍﺩًﺍ
ﻳُﺤِﺒُّﻮﻧَﻬُﻢْ ﻛَﺤُﺐِّ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺃَﺷَﺪُّ ﺣُﺒًّﺎ
ﻟِﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﻟَﻮْ ﻳَﺮَﻯ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻇَﻠَﻤُﻮﺍ ﺇِﺫْ ﻳَﺮَﻭْﻥَ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏَ ﺃَﻥَّ
ﺍﻟْﻘُﻮَّﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻭَﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah
tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat
mencintai Allah .” (QS al-Baqarah: 165)
Dan jika seseorang tidak lagi memiliki rasa cinta pada Allah SWt apalagi ajarannya maka tertutuplah hatinya
ﻗُﻞْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻓَﺎﺗَّﺒِﻌُﻮﻧِﻲ ﻳُﺤْﺒِﺒْﻜُﻢُ
ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَﺣِﻴﻢٌ
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku,
niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang . (Surah ali-Imran: 31)
2. Cinta Terhadap Alam Sekitar
Setelah mencintai Allah yang merupakan pencipta dari seluruh isi alam
semesta maka seorang hamba yang memiliki rasa cinta pada Allah SWT juga
akan mencintai segala yang diciptakannya dan berusaha menjaganya (baca
tujuan penciptaan manusia ). Sebagaimana kita tahu bahwa Allah SWT
memerintahkan umatnya untuk senantiasa menhaga lingkungan sekitar dari
kerusakan karena sesungguhnya Allah menciptakan manusia sebagai khalifah
di bumi yang akan melindungi alam dan memanfaatkannya dengan baik (baca
hakikat penciptaan manusia ). Rasa cinta pada alam sekitar dapat
diwududkan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menyayangi tumbuhan
serta menyayangi hewan. Perbuatan manusia menyakiti hewan atau tumbuhan
serta merusak alam adalah hal yang dibenci Allah SWT dan bukan merupakan
rasa cinta yang ada dan ditanam dalam hati manusia.
3. Cinta Terhadap Sesama Manusia
Cinta adalah fitrah dan mencintai sesama manusia juga merupakan suatu
fitrah yang diberikan Allah SWT. Dalam ajaran atau syaruat Islam, cinta
kepada manusia adalah seharusnya merupakan perwijudan dari cinta kepada
Allah SWT. Dapat dikatakan jika seseorang mencintai Allah SWt maka ia
pun akan mencintai manusia lainnya dan hal inilah yang mendorong manusia
untuk berbuat baik kepada sesamanya atau yang dikenal dengan akhlak.
Allah juga menyebutkan dalam Alqur’an bahwa Allah menciptakan manusia
agar dapat saling mengenal dan mengasihi. Sebagaimana Allah berfirman
dalam yat berikut ini
ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻧَّﺎ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻛُﻢْ ﻣِﻦْ ﺫَﻛَﺮٍ ﻭَﺃُﻧْﺜَﻰٰ
ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺷُﻌُﻮﺑًﺎ ﻭَﻗَﺒَﺎﺋِﻞَ ﻟِﺘَﻌَﺎﺭَﻓُﻮﺍ ۚ ﺇِﻥَّ ﺃَﻛْﺮَﻣَﻜُﻢْ
ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺗْﻘَﺎﻛُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺧَﺒِﻴﺮٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari
seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu sekalian
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu sekalian saling mengenal.
Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di
sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa di antara kamu sekalian.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS
Al-Hujurat:13).
Kesalahan tentang Cinta
Jadi pada dasarnya islam memandang rasa cinta sesama manusia adalah
suatu fitrah dan wajar terjadi dan cinta tersebut dapat diwujudkan
dengan saling tolong menolong dan menjalin suilaturahmi. Adapun islam
tidak membolehkan umatnya untuk menyalahgunakan cinta untuk hal-hal yang
dilarang dalam agama misalnya fenomena pacaran sebelum nikah yang sudah
menjadi budaya masyarakat saat ini (baca pacaran dalam islam dan
pacaran beda agama).
Cinta yang semestinya dapat muncul apabila seseorang menikah dan
berumah tangga atas dasar cinta kepada Allah SWT. Sedangkan cinta yang
terkadang juga diselimuti nafsu justru dapat memberikan akibat yang
tidak baik dan menjerumuskan pelakunya dalam perbuatan zina (baca cara
menghapus dosa zina dan amalan penghapus dosa zina ). Agar dapat
menghindari hal tersebut maka sebaiknya seorang senantiasa mencintai
Allah SWT diatas cinta lainnya karena cinta inilah yang akan
membentenginya dari segala perbuatan maksiat.
Pada hakikatnya cinta adalah menyangkut kehidupan spiritual dan
emosional seseorang dan cinta yang paling benar adanya adalah cinta
kepada Allah SWT. Cinta sendiri dapat menjadi energi yang menggerakkan
kehidupan manusia jika dilakukan dengan cara yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar